Efek Blog

Total Tayangan Halaman

Minggu, 17 April 2016

Sembilan Hari Sejak Kau Bersamanya

Foto yang dia post itu awalnya menimbulkan sesak bagi diriku. Yang dipikiranku saat itu, kenapa harus dia? Bukankah diriku pernah bertanya padamu tentang dia, tapi kamu menyanggah seolah-olah tidak ada apa-apa. Tuan, tahukah dirimu? Sebelum hari itu terjadi, aku pernah bermimpi tentangmu. Mimpi itu seperti menginsyaratkan sesuatu. Mimpi itu juga pernahku posting disalah satu media sosialku. Awalnya aku anggap sebatas bunga tidur, tapi beberapa hari kemudian itu terbukti bukan sekedar bunga tidur. Setelah kutau kebenarannya, hatiku seperti diikat dengan tali –sangat erat-. Sesak. Ingin sekali berteriak, ingin sekali menangis, ingin sekali mengungkapkan semuanya. Tapi apa boleh buat, apapun cara yang aku lakukan tetap tidak akan mengubah kejadian hari itu, bukan?

Setelah chat terakhir itu, aku memutuskan untuk tidak memulai chat denganmu lagi. Bukan aku ingin melupakan semuanya, tapi aku takut hatiku semakin sakit. Dalam hatiku ingin sekali mendengarkan ceritamu selama saat itu. Apa saja yang kamu lakukan dengannya disana? Pasti sangat menyenangkan.

Apa yang sedang kamu lakukan sekarang, Tuan? Biar kutebak, kamu sedang memikirkan dia, bukan? Dia yang selalu kamu nanti kehadirannya. Dia yang selalu kamu harapkan. Dia yang selalu menjadi inspirasi dari setiap status Facebook-mu. Aku turut berbahagia kalau kamu bahagia. Walaupun aku sedikit kecewa padamu karena seolah kamu melupakan apa yang telah terjadi sebelumnya. Hari itu seolah tidak pernah kau ingat. Hari itu seolah tidak pernah terjadi. Kamu tidak pernah bertanya padaku tentang itu.

Sebenarnya aku iri dengan dia, yang fotonya kamu posting di akun instagrammu. Bahkan fotomu hasil jepretanku saja tidak kamu posting. Lagipula siapa aku? Tak ada pentingnya bagimu.

Aku rindu hari sebelum hari itu. Hari dimana kamu yang selalu mengirimkan chat messengermu sekedar mengucapkan sedang apa diriku. Kenapa dengan tiba-tiba kamu menghilang. Ahh tapi sudah biasa. Kamu memang selalu begitu.

Tahukah kamu, sampai hari ini bahkan aku masih mengigat secara detail apa saja yang terjadi pada hari itu. Tapi aku tidak ingin membahasnya. Selamat untukmu sekali lagi. Semoga dia orang terakhir dalam hidupmu. Aku sangat senang bisa mengenal dan berteman denganmu.


Tiba-tiba aku merindukanmu

Rabu, 24 Februari 2016

Tentang Mimpi

24/02/2016

     Pagi ini, aku terbangun dengan rasa lelah, bingung, bercampur sedih, dan jantung yang berdebar. Entah apa yang terjadi denganku semalam. Yang aku ingat hanyalah sebuah kisah pendek namun sangat teringat antara aku, kamu, dan perempuan yang tak kukenal itu. Siang itu aku dan kamu pergi bersama kesuatu tempat yang sangat indah, suasananya mirip dengan pantai. Aku tidak tau dimana tempat pastinya, yang aku tau pada saat itu aku merasa senang karena ada kamu disana. Saat bersamaan pula teman-temanku berada disana, dan saat itu aku sedang bermain dengan temanku. 

     Beberapa lama aku bermain dengan temanku, kemudian aku mengarahkan pandanganku kepadamu. Tapi pada saat aku melihatmu ternyata kamu sedang bersama perempuan itu, perempuan dengan rambut lurus dan sedikit panjang -sebahu. Aku tidak tau siapa dia, tapi yang pasti kamu terlihat bahagia saat bersama dia. Perlahan aku bertanya padamu, siapa perempuan itu, jawabanmu saat itu adalah teman. Tapi seperti ada yg kamu sembunyikan dari jawabanmu. Entah kenapa pula perasaanku sakit saat itu- saat aku melihatmu bercanda dengan perempuan itu. 

     Beberapa saat kemudian aku terbangun, ternyata itu hanya sebuah mimpi. Syukurlah. Entah apa maksud dari mimpi itu. Aku yang terlalu merindukanmu ataukah itu sebuah tanda. Tanda bahwa disana kamu sudah mendapat sesosok kekasih yang selama ini kamu harapkan. Entahlah. Tapi jika memang benar, aku ucapkan selamat kepadamu. Selamat karena kamu telah menemukan seorang yang dapat mengisi hari-harimu. Tidak sepertiku. Hari-hariku yang masih terbayang oleh bayanganmu. Semoga kamu bahagia dengan perempuan itu. Aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu.

-dari seorang gadis yang tidak bisa menghapus ingatannya tentang kamu.

Rabu, 17 September 2014

Saya Bangga Menjadi Perawat

Irrashaimase.... 
Ini postingan blog perdnaku, disini aku mau bagi pengalamanku sama kalian. ceritanya sih biasa, tapi.... semoga menginspirasikan kalian yang membaca :) douzo ~

          Sebagai seorang siswi SMK, setelah lulus dari sekolah ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Tidak sedikit para calon mahasiswa yang memilih Perguruan Tinggi Negeri sebagai tujuannya. Karena terbatasnya pilihan Perguruan tinggi Negeri maka terjadi persaingan yang sangat ketat antar calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri. Sejak keluarnya izin operasional dari Dirjen Dikti Depdiknas 2005 lalu, program studi (Prodi) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta makin diminati calon mahasiswa. Hal itu terlihat dari tingginya angka pendaftar yang dibuka setiap tahunnya. Tahun ini saja, dari tiga jalur penerimaan yang telah diketahui jumlahnya (PMDK, SPMB UMB, dan SPMB Mandiri), total peminatnya mencapai 1436. Padahal, kuota yang tersedia hanya 60 kursi. Jumlah peminat tersebut terdiri atas 203 orang melalui jalur PMDK, 619 orang melalui jalur SPMB UMB, dan 614 orang melalui jalur SPMB Mandiri. Sementara itu, jalur SMPTN (dulu SPMB Nasional), hingga berita ini diturunkan belum diketahui jumlah peminatnya.Tidak tanggung-tanggung perbandingannya mencapai 1 berbanding 20. Dan suatu hal yang membanggakan jika dapat lolos menjadi mahasiswa di PTN tersebut dan patut disyukuri.
Sebagai seorang siswi SMK yang mencari tempat kuliah, saya sebenarnya dikelilingi rasa bingung ingin kuliah dimana. Berawal dari brosur UIN Jakarta yang diberikan oleh teman saya, saya tertarik untuk mendaftar menjadi calon mahasiswanya. Dengan usaha yang tidak mudah dan pastinya butuh waktu dan tenaga yang banyak dengan mengikuti BimTest hanya karena ingin lolos saat test. Mengikuti bimtest selama 9 hari (3 gelombang) saya lakukan dengan semangat. Saat test SPMB Mandiri tiba sebenarnya saya agak pesimis. Sepertinya saya akan gagal. Melihat peserta yang sangat banyak saya hanya bisa berdo’a agar test diberi kemudahan. Test yang dilaksakan selama 2 hari terasa sangat lama. Kurang lebih 1 bulan saya menunggu pengumuman hasil testnya. Selama itu pula saya menyimpan rasa was-was. Rasa pesimis itu muncul kembali saat hari pengumuman itu tiba. Saya sudah pasrah terhadap apapun hasilnya, termasuk apabia saya tidak lolos. Tetapi saya terbukti salah. Saya lolos test SPMB Mandiri! Saya diterima di Program Studi Ilmu Keperawatan UIN. Merasa bersyukur dan terharu serta rasa tidak percaya ketika mengetahui bahwa saya lulus. saya tidak percaya saya lulus, mengingat pesaing-pesing yang juga ingin diterima disana begitu banyak. Saya merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar UIN khususnya Ilmu Keperawatan dan FKIK UIN. Kebanggan yang sulit disembunyikan, terlebih bila ada orang yang bertanya “kuliah dimana?” dengan rasa bangga saya menjawab “Alhamdulillah Ilmu Keperawatan UIN!” akhirnya saya diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Prodi keinginan saya. Menjadi mahasiswa UIN sangat membanggakan. Saya bisa membuat bangga orang tua, keluarga, dan sahabat-sahabat saya. Dan yang membuat bangga saya, ternyata usaha saya selama ini tidak sia-sia dan saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah saya dapatkan. Memilih menjadi mahasiswa di FKIK UIN Jakarta tentunya bukan tanpa alasan. Selain karena predikat sebagai kampus islam, saya juga mempunyai beberapa harapan serta mimpi yang ingin dicapai. Selain dibekali ilmu keperawatan, mahasiswa juga dibekali ilmu agama Islam, sehingga setelah lulus diharapkan dapat menjadi perawat yang islami. InsyaAllah
Saya mulai berangan-angan apa yang akan saya lakukan di UIN dan bagaimana cara menggapai angan-angan itu. Saya mempunyai mimpi terbesar dan ini adalah mimpi saya sejak kecil yaitu menjadi tenaga kesehatan yang dapat berguna bagi orang lain. Saya selalu berharap agar dapat menjadi seseorang yang memberikan banyak kontribusi kepada bangsa, negara, agama, serta tentuya keluarga. Saya pikir menjadi seorang perawat tidak hanya sekedar profesi yang menjanjikan karena peluang pekerjaan yang luas. perawat adalah profesi yang mulia, serta dapat memberikan keuntungan bagi orang lain karena dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan. Saya dapat mewujudkan mimpi itu di UIN, dengan belajar yang rajin dan tekad yang kuat saya yakin dapat  mewujudkan dan menjalaninya. Tekad selanjutnya yang saya ingin capai adalah kuliah dengan sugguh-sungguh di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini agar saya dapat menuntaskan pelajaran dan mengejar mimpi baru serta dapat menjalankannya.
Menjadi salah satu mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri memang tidak mudah, diperlukan perjuangan serta doa untuk dapat meraihnya. Saya pu berpikir demikian. Namun dengan izin Allah serta do’a dari orang tua akhirnya saya diterima di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB Mandiri. Ini merupakan salah satu pencapaian terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup saya. Dengan menjadi mahasiswa baru dan menjadi bagian dari keluarga Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta saya berharap dapat mewujudan semua impian saya dan meniti impian yang baru. Saya ingin berkuliah dengan sungguh-sungguh agar kuliah saya lancar dan cepat lulus. dengan demikian impian pun semakin didepan mata untuk dapat diwujudkan. InsyaAllah

yaaa.... cukup sekian ya ceritanya... Terimakasih :)