Ini postingan blog perdnaku, disini aku mau bagi pengalamanku sama kalian. ceritanya sih biasa, tapi.... semoga menginspirasikan kalian yang membaca :) douzo ~
Sebagai seorang
siswi SMK, setelah lulus dari sekolah ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih
tinggi. Tidak sedikit para calon mahasiswa yang memilih Perguruan Tinggi Negeri
sebagai tujuannya. Karena terbatasnya pilihan Perguruan tinggi Negeri maka
terjadi persaingan yang sangat ketat antar calon mahasiswa baru di Perguruan
Tinggi Negeri. Sejak keluarnya izin operasional dari
Dirjen Dikti Depdiknas 2005 lalu, program studi (Prodi) Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta makin diminati calon mahasiswa. Hal itu terlihat dari
tingginya angka pendaftar yang dibuka setiap tahunnya. Tahun ini saja, dari
tiga jalur penerimaan yang telah diketahui jumlahnya (PMDK, SPMB UMB, dan SPMB
Mandiri), total peminatnya mencapai 1436. Padahal, kuota yang tersedia hanya 60
kursi. Jumlah peminat tersebut terdiri atas 203 orang melalui jalur PMDK, 619
orang melalui jalur SPMB UMB, dan 614 orang melalui jalur SPMB Mandiri.
Sementara itu, jalur SMPTN (dulu SPMB Nasional), hingga berita ini diturunkan
belum diketahui jumlah peminatnya.Tidak
tanggung-tanggung perbandingannya mencapai 1 berbanding 20. Dan suatu hal yang
membanggakan jika dapat lolos menjadi mahasiswa di PTN tersebut dan patut
disyukuri.
Sebagai seorang siswi SMK yang mencari
tempat kuliah, saya sebenarnya dikelilingi rasa bingung ingin kuliah dimana.
Berawal dari brosur UIN Jakarta yang diberikan oleh teman saya, saya tertarik
untuk mendaftar menjadi calon mahasiswanya. Dengan usaha yang tidak mudah dan
pastinya butuh waktu dan tenaga yang banyak dengan mengikuti BimTest hanya
karena ingin lolos saat test. Mengikuti bimtest selama 9 hari (3 gelombang)
saya lakukan dengan semangat. Saat test SPMB Mandiri tiba sebenarnya saya agak
pesimis. Sepertinya saya akan gagal. Melihat peserta yang sangat banyak saya
hanya bisa berdo’a agar test diberi kemudahan. Test yang dilaksakan selama 2
hari terasa sangat lama. Kurang lebih 1 bulan saya menunggu pengumuman hasil
testnya. Selama itu pula saya menyimpan rasa was-was. Rasa pesimis itu muncul
kembali saat hari pengumuman itu tiba. Saya sudah pasrah terhadap apapun
hasilnya, termasuk apabia saya tidak lolos. Tetapi saya terbukti salah. Saya
lolos test SPMB Mandiri! Saya diterima di Program Studi Ilmu Keperawatan UIN.
Merasa bersyukur dan terharu serta rasa tidak percaya ketika mengetahui bahwa
saya lulus. saya tidak percaya saya lulus, mengingat pesaing-pesing yang juga
ingin diterima disana begitu banyak. Saya merasa bangga menjadi bagian dari keluarga
besar UIN khususnya Ilmu Keperawatan dan FKIK UIN. Kebanggan yang sulit
disembunyikan, terlebih bila ada orang yang bertanya “kuliah dimana?” dengan
rasa bangga saya menjawab “Alhamdulillah Ilmu Keperawatan UIN!” akhirnya saya
diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Prodi keinginan saya. Menjadi mahasiswa
UIN sangat membanggakan. Saya bisa membuat bangga orang tua, keluarga, dan
sahabat-sahabat saya. Dan yang membuat bangga saya, ternyata usaha saya selama
ini tidak sia-sia dan saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang
sudah saya dapatkan. Memilih menjadi mahasiswa di FKIK UIN Jakarta tentunya
bukan tanpa alasan. Selain karena predikat sebagai kampus islam, saya juga
mempunyai beberapa harapan serta mimpi yang ingin dicapai. Selain dibekali ilmu keperawatan, mahasiswa juga dibekali ilmu
agama Islam, sehingga setelah lulus diharapkan dapat menjadi perawat yang
islami. InsyaAllah
Saya mulai berangan-angan apa yang akan
saya lakukan di UIN dan bagaimana cara menggapai angan-angan itu. Saya mempunyai
mimpi terbesar dan ini adalah mimpi saya sejak kecil yaitu menjadi tenaga
kesehatan yang dapat berguna bagi orang lain. Saya selalu berharap agar dapat
menjadi seseorang yang memberikan banyak kontribusi kepada bangsa, negara,
agama, serta tentuya keluarga. Saya pikir menjadi seorang perawat tidak hanya
sekedar profesi yang menjanjikan karena peluang pekerjaan yang luas. perawat
adalah profesi yang mulia, serta dapat memberikan keuntungan bagi orang lain
karena dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan.
Saya dapat mewujudkan mimpi itu di UIN, dengan belajar yang rajin dan tekad
yang kuat saya yakin dapat mewujudkan
dan menjalaninya. Tekad selanjutnya yang saya ingin capai adalah kuliah dengan
sugguh-sungguh di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini agar
saya dapat menuntaskan pelajaran dan mengejar mimpi baru serta dapat
menjalankannya.
Menjadi salah satu mahasiswa Perguruan
Tinggi Negeri memang tidak mudah, diperlukan perjuangan serta doa untuk dapat
meraihnya. Saya pu berpikir demikian. Namun dengan izin Allah serta do’a dari
orang tua akhirnya saya diterima di Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB Mandiri. Ini merupakan salah satu pencapaian
terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup saya. Dengan menjadi mahasiswa
baru dan menjadi bagian dari keluarga Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta saya berharap dapat
mewujudan semua impian saya dan meniti impian yang baru. Saya ingin berkuliah
dengan sungguh-sungguh agar kuliah saya lancar dan cepat lulus. dengan demikian
impian pun semakin didepan mata untuk dapat diwujudkan. InsyaAllah
yaaa.... cukup sekian ya ceritanya... Terimakasih :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar