Efek Blog

Total Tayangan Halaman

Rabu, 17 September 2014

Saya Bangga Menjadi Perawat

Irrashaimase.... 
Ini postingan blog perdnaku, disini aku mau bagi pengalamanku sama kalian. ceritanya sih biasa, tapi.... semoga menginspirasikan kalian yang membaca :) douzo ~

          Sebagai seorang siswi SMK, setelah lulus dari sekolah ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Tidak sedikit para calon mahasiswa yang memilih Perguruan Tinggi Negeri sebagai tujuannya. Karena terbatasnya pilihan Perguruan tinggi Negeri maka terjadi persaingan yang sangat ketat antar calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri. Sejak keluarnya izin operasional dari Dirjen Dikti Depdiknas 2005 lalu, program studi (Prodi) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta makin diminati calon mahasiswa. Hal itu terlihat dari tingginya angka pendaftar yang dibuka setiap tahunnya. Tahun ini saja, dari tiga jalur penerimaan yang telah diketahui jumlahnya (PMDK, SPMB UMB, dan SPMB Mandiri), total peminatnya mencapai 1436. Padahal, kuota yang tersedia hanya 60 kursi. Jumlah peminat tersebut terdiri atas 203 orang melalui jalur PMDK, 619 orang melalui jalur SPMB UMB, dan 614 orang melalui jalur SPMB Mandiri. Sementara itu, jalur SMPTN (dulu SPMB Nasional), hingga berita ini diturunkan belum diketahui jumlah peminatnya.Tidak tanggung-tanggung perbandingannya mencapai 1 berbanding 20. Dan suatu hal yang membanggakan jika dapat lolos menjadi mahasiswa di PTN tersebut dan patut disyukuri.
Sebagai seorang siswi SMK yang mencari tempat kuliah, saya sebenarnya dikelilingi rasa bingung ingin kuliah dimana. Berawal dari brosur UIN Jakarta yang diberikan oleh teman saya, saya tertarik untuk mendaftar menjadi calon mahasiswanya. Dengan usaha yang tidak mudah dan pastinya butuh waktu dan tenaga yang banyak dengan mengikuti BimTest hanya karena ingin lolos saat test. Mengikuti bimtest selama 9 hari (3 gelombang) saya lakukan dengan semangat. Saat test SPMB Mandiri tiba sebenarnya saya agak pesimis. Sepertinya saya akan gagal. Melihat peserta yang sangat banyak saya hanya bisa berdo’a agar test diberi kemudahan. Test yang dilaksakan selama 2 hari terasa sangat lama. Kurang lebih 1 bulan saya menunggu pengumuman hasil testnya. Selama itu pula saya menyimpan rasa was-was. Rasa pesimis itu muncul kembali saat hari pengumuman itu tiba. Saya sudah pasrah terhadap apapun hasilnya, termasuk apabia saya tidak lolos. Tetapi saya terbukti salah. Saya lolos test SPMB Mandiri! Saya diterima di Program Studi Ilmu Keperawatan UIN. Merasa bersyukur dan terharu serta rasa tidak percaya ketika mengetahui bahwa saya lulus. saya tidak percaya saya lulus, mengingat pesaing-pesing yang juga ingin diterima disana begitu banyak. Saya merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar UIN khususnya Ilmu Keperawatan dan FKIK UIN. Kebanggan yang sulit disembunyikan, terlebih bila ada orang yang bertanya “kuliah dimana?” dengan rasa bangga saya menjawab “Alhamdulillah Ilmu Keperawatan UIN!” akhirnya saya diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Prodi keinginan saya. Menjadi mahasiswa UIN sangat membanggakan. Saya bisa membuat bangga orang tua, keluarga, dan sahabat-sahabat saya. Dan yang membuat bangga saya, ternyata usaha saya selama ini tidak sia-sia dan saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah saya dapatkan. Memilih menjadi mahasiswa di FKIK UIN Jakarta tentunya bukan tanpa alasan. Selain karena predikat sebagai kampus islam, saya juga mempunyai beberapa harapan serta mimpi yang ingin dicapai. Selain dibekali ilmu keperawatan, mahasiswa juga dibekali ilmu agama Islam, sehingga setelah lulus diharapkan dapat menjadi perawat yang islami. InsyaAllah
Saya mulai berangan-angan apa yang akan saya lakukan di UIN dan bagaimana cara menggapai angan-angan itu. Saya mempunyai mimpi terbesar dan ini adalah mimpi saya sejak kecil yaitu menjadi tenaga kesehatan yang dapat berguna bagi orang lain. Saya selalu berharap agar dapat menjadi seseorang yang memberikan banyak kontribusi kepada bangsa, negara, agama, serta tentuya keluarga. Saya pikir menjadi seorang perawat tidak hanya sekedar profesi yang menjanjikan karena peluang pekerjaan yang luas. perawat adalah profesi yang mulia, serta dapat memberikan keuntungan bagi orang lain karena dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan. Saya dapat mewujudkan mimpi itu di UIN, dengan belajar yang rajin dan tekad yang kuat saya yakin dapat  mewujudkan dan menjalaninya. Tekad selanjutnya yang saya ingin capai adalah kuliah dengan sugguh-sungguh di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini agar saya dapat menuntaskan pelajaran dan mengejar mimpi baru serta dapat menjalankannya.
Menjadi salah satu mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri memang tidak mudah, diperlukan perjuangan serta doa untuk dapat meraihnya. Saya pu berpikir demikian. Namun dengan izin Allah serta do’a dari orang tua akhirnya saya diterima di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB Mandiri. Ini merupakan salah satu pencapaian terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup saya. Dengan menjadi mahasiswa baru dan menjadi bagian dari keluarga Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta saya berharap dapat mewujudan semua impian saya dan meniti impian yang baru. Saya ingin berkuliah dengan sungguh-sungguh agar kuliah saya lancar dan cepat lulus. dengan demikian impian pun semakin didepan mata untuk dapat diwujudkan. InsyaAllah

yaaa.... cukup sekian ya ceritanya... Terimakasih :)